Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: public/Readmore.php
Line Number: 37
Backtrace:
File: /home/smpn5472/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler
File: /home/smpn5472/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
Ambal_(26/04/2026) Siswa SMPN 1 Ambal yang diwakili oleh PMR, telah ambil bagian dalam kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana yang digelar di Pantai Ambal, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ambalresmi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.

Mengingat wilayah Ambal adalah pantai Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia yang rawan terjadi bencana khususnya gempa dan gelombang tsunami, sudah seharusnya aksi kesiapsiagaan bencana dipahamkan pada warganya. Masyarakat di pantai Selatan Jawa ini dikuatkan kesadarannya sehingga tahu apa yang harus dilakukan apabila bencana terjadi dan resiko yang terjadi bisa diminimalisir.

Kegiatan simulasi dimulai pukul 09.00 WIB, saat itu kawasan Pantai Ambalresmi dipadati peserta dan masyarakat setempat yang sedang berkunjung. Siswa SMPN 1 Ambal tampak hadir dengan penuh semangat, mengenakan seragam olahraga dan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang diisi dengan sambutan dari perwakilan BNPB. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Kebumen, memiliki potensi ancaman bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, edukasi dan latihan kesiapsiagaan menjadi sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.

“Kesiapsiagaan tidak bisa dibangun secara instan. Perlu latihan dan pemahaman yang terus-menerus, terutama bagi generasi muda. Mereka adalah garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi singkat mengenai jenis-jenis bencana, tanda-tanda terjadinya gempa dan tsunami, serta prosedur evakuasi yang benar. Semua peserta simulasi mengikuti sesi ini dengan serius.
Pada kegiatan simulasi juga diberikan materi lain berupa cara memadamkan api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). APAR merupakan alat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran kecil pada tahap awal, beratnya 1 hingga 6 kg. Alat ini dirancang agar mudah diioperasikan oleh masyarakat umum dan wajib tersedia di berbagai tempat, seperti kantor, tempat usaha, kendaraan dan di rumah. Karena keberadaannya yang penting jadi penggunaan APAR ini juga sangat perlu disimulasikan. Setelah penjelasan singkat mengenai cara penggunaannya, beberapa peserta diminta untuk mempraktekkan. Zahra dari PMR SMPN 1 Ambal, memberikan kesannya setelah mencoba praktek dengan APAR.

“Ternyata aku bisa juga memadamkan apinya dengan APAR, mudah, tidak menakutkan kok.”
Memasuki sesi inti simulasi bencana, dimulai dari sirene peringatan dibunyikan sebagai tanda dimulai. Suasana pun berubah menjadi lebih tegang namun tetap terkendali. Peserta simulasi bersama pengunjung pantai, segera melakukan evakuasi menuju titik kumpul aman yang telah ditentukan yaitu di lokasi yang lebih tinggi. Jalur evakuasi yang telah dipersiapkan sebelumnya digunakan sebagai panduan agar proses berjalan lancar.
Guna memberikan gambaran situasi yang lebih nyata, sejumlah siswa berperan sebagai korban luka. Tim relawan dan petugas medis kemudian melakukan penanganan darurat, mulai dari pertolongan pertama hingga evakuasi korban. Sementara itu, peserta lainnya membantu proses evakuasi dengan penuh kepedulian dan kerja sama.

Simulasi ini melibatkan berbagai unsur, seperti relawan kebencanaan, tenaga medis, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan simulasi seperti ini, siswa SMPN 1 Ambal tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis yang sangat penting. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi tentang kesiapsiagaan bencana kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Salah satu siswa (Talitha) peserta mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari kegiatan ini.
“Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan kalau terjadi gempa atau tsunami. Ternyata tidak boleh panik dan harus mengikuti jalur evakuasi,” ungkapnya.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi ancaman bencana. Dengan kesiapan yang baik, risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dari panitia dan refleksi bersama peserta. Meski berlangsung dalam suasana simulasi, tetapi memberikan kesan mendalam bagi peserta khususnya siswa SMPN 1 Ambal, sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana.
***********By: Munkhayati **********
Copyright © 2015 - 2026 SMP NEGERI 1 AMBAL All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id